Saturday, April 04, 2015

Do you want DUIT? Just DO IT!

From 2014 to 2015, a New Way of Thinking

Tadi pagi saya melihat sebuah foto. Foto seorang anak perempuan kecil memakai seragam sekolah dan membawa tas ransel berisi buku yang tampaknya berat. Tas ransel berat itu tidak sebanding dengan tubuhnya yang masih kecil. Anak perempuan ini sedang berdiri di depan seorang pengemis tua di pinggir jalan. Dia sedang menuangkan air minum dari botol yang dibawanya ke dalam botol besar yang sedang dipegang oleh si bapak tua. Rupanya, anak perempuan itu tidak sampai hati ketika melihat sesosok bapak tua yang pakaiannya compang-camping dan tampak lelah sedang duduk di pinggir jalan sambil memegang botol minum yang kosong.

Sungguh suatu tindakan terpuji yang tidak mengharapkan balasan apapun. Tindakan yang lahir dari hati, bukan supaya dilihat orang lain. Dia tidak punya uang untuk membelikan baju. Dia tidak punya sepatu besar untuk diberikan ke bapak tadi. Yang dimilikinya hanya sebotol air minum. Itulah yang dia berikan.

Mungkin saat ini kita sedang merasa tidak berdaya. Mungkin saja ada yang merasa tidak memiliki apa-apa, tidak memiliki modal, kepandaian, skill, kemampuan berkomunikasi yang hebat, kemampuan menjual yang sukses, atau pendidikan, atau apapun itu. Jangan fokus ke sana. Fokuslah pada apa yang kita miliki. Kita memiliki niat, semangat, keberanian untuk memulai, keberanian untuk melakukan kesalahan, pengalaman hidup kita selama ini yang tidak dimiliki orang lain, dan sebagainya.

Anak perempuan tadi tidak berfokus kepada hal yang tidak dimiliki. Dia tidak sedih dan putus asa karena tidak punya uang untuk diberikan ke bapak tua itu. Dia tidak menangisi nasibnya yang tidak bisa membantu orang lain. Tapi dia fokus kepada hal yang dimiliki. Botol air minum. Dan itulah yang menjadi berkat bagi orang lain.

Seorang pengusaha sukses berkata, ”Jika ingin menjadi pengusaha, tidak perlu mencari sesuatu yang unik untuk dijual. Karena kita semua unik. Mari kita coba. Berikan sepuluh piring nasi putih dan bumbu nasi goreng kepada 10 orang. Lalu sediakan kompor dan penggorengan yang sama. Lalu mintalah mereka memasak nasi goreng dengan menggunakan bahan yang telah dibagikan tadi. Saya yakin setelah selesai, semua rasa nasi goreng itu akan berbeda. Sepuluh orang yang memasak akan menghasilkan sepuluh rasa yang berbeda.

Kilas Balik

Di penghujung tahun 2014 ini, apa yang perlu kita lakukan? Mari kita melakukan kilas balik tentang apa yang selama setahun ini kita lakukan. Apakah kita terlalu menyesali hal-hal yang tidak kita miliki? Apakah kita terlalu sibuk mencari alasan mengapa kita gagal? Apakah kita merasa terjebak dalam keadaan yang membuat kita tidak bisa berbuat apapun? Apakah kita sudah tahu bahwa kita harus bserubah tapi tidak memiliki kekuatan untuk berubah? Atau bahkan sebenarnya kita hanya malas melakukannya?

Apa yang akan kita lakukan tahun depan, tahun 2015? Ingat: ”Jika kita hanya melakukan hal yang sama seperti tahun lalu, maka tahun depan hasilnya akan sama juga dengan tahun yang sudah berlalu.” Jadi jika ingin mendapatkan hasil yang berbeda, lakukan dengan cara berbeda.

Kiat untuk Anda

1. Apa kesalahan yang saya lakukan?
Seringkali kita mencari alasan untuk membenarkan diri sendiri. Kita menyalahkan situasi, politik, kondisi ekonomi, oranglain, keluarga, orangtua, pasangan hidup, perusahaan, atasan, dan sebagainya. Hentikan!

2. Apa yang bisa saya ubah?
Jika tahun ini lebih banyak main game, kurangi. Jika kita lebih banyak duduk diam dan membuat perencanaan, maka mulailah melaksanakan dan menerapkan rencana tersebut. Jangan hanya sibuk membuat konsep. Jika jam tidur kita masih berlebihan dan rasanya masih kurang tidur juga, sebenarnya itu karena terlalu banyak tidur, bukan karena kurang tidur. Jika kita merasa tidak bisa berubah karena sudah dari “sono”nya, maka sekarang saatnya untuk melupakan hal itu.

3. Kapan saya mulai berubah?
Tidak ada waktu yang lebih tepat selain ‘sekarang’. Sekarang! Bukan tahun depan. Bukan bulan Januari. Bukan menunggu 2015. Bukan menunggu untuk lebih siap. Bukan menunggu keadaan ekonomi membaik. Bukan menunggu pasangan berubah sikap. Tapi, sekarang!

Do you want DUIT? Just DO IT!
___________

Lisa Nuryanti
Super Mindset Motivator & Professional Development Consultant

0 komentar:

Post a Comment