Wednesday, October 22, 2014

MASALAH = KESEMPATAN SELAMATKAN JIWA

Nicholas James Vujicic atau lebih dikenal dengan Nick Vujicic lahir dari keluarga Kristen Serbia di Melbourne, Australia pada 4 Desember 1982. Dia lahir tanpa tangan dan kaki, dengan hanya memiliki satu kaki dengan 2 buah jari yang menonjol pada paha kiri. Hal tersebut sangat janggal karena tidak ada masalah saat masa kehamilan serta tidak ada riwayat keluarga dengan kondisi cacat fisik.
Di saat ia sendiri, Nick selalu berdoa pada Tuhan untuk melakukan mukjizat, membuat lengan dan kakinya tumbuh seiring dengan pertumbuhan badannya. Namun, permintaannya tersebut tidak kunjung terjadi. Ia tetap tidak mempunyai lengan dan kaki.
Saat ia berusia 13 tahun, ia membaca sebuah artikel surat kabar tentang seorang pria cacat yang berhasil mencapai hal-hal besar serta membantu orang lain. Pria itu bahkan dapat bermain golf! Saat itu menjadi momen perubahan Nick, ia akhirnya menyadari mengapa Allah menciptakan bentuk tubuhnya seperti adanya sekarang, ya, untuk memberi harapan kepada orang lain.
Pada usia 19 tahun, Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara pada berbagai kelompok seperti siswa, guru, pemuda, pengusaha pria dan wanita, serta jemaat-jemaat gereja. Kisah hidupnya telah dikenal oleh seluruh kalangan di dunia, bahkan sampai saat ini ia masih rutin melakukan perjalanan internasional untuk berbicara di depan banyak orang serta memberitakan Injil kepada lebih dari tiga juta orang di 27 negara.
Nick Vujicic memiliki sebuah masalah besar, yaitu tidak memiliki lengan dan kaki. Namun demikian, ia melihat masalah yang dialaminya sebagai sebuah kesempatan untuk memberitakan Injil dan menyelamatkan jiwa. Setiap manusia di bumi, termasuk Anda dan saya pasti memiliki masalah, namun yang membedakannya adalah apakah Anda bisa memakai masalah yang Anda hadapi sebagai sebuah kesempatan selamatkan jiwa?
Bagaimana dengan anda?
Jika MASALAH yang ANDA hadapi, tidak lebih besar dari Nick Vujicic, maka BERSYUKURLAH!
Gusti mberkahi...

0 komentar:

Post a Comment